Saatnya, perhatian terhadap pencernaan.

Saatnya, perhatian terhadap pencernaan. Pencernaan ibarat dapur bagi tubuh. Atas kelalaian si pemilik tubuh, pencernaan itu, kalau dia bisa menjerit, dia akan berteriak sejadinya apa yang dimasukkan kedalam wadahnya. Manusia memang dengan kelemahan nya, dia tidak bisa melihat dengan kasat mata zat zat yang terkandung dalam makanan mereka.
Ada  pepatah,  yang mengatakan : - "kita adalah apa yang kita makan". Itu ada yang benar, ada juga yang tidak. Ada orang yang lebih suka mengatakan , kita adalah bagaimana cara kita mencerna dan bagaimana kemampuan menyerap. Tentang kemampuan mencerna dan menyerap ini, tentulah bukan mencerna dan menyerap racun. Tentu bukan mencerna dan menyerap mineral anorganik atau apa saja yang anorganik. Macam apa, yang disebut, makanan organik itu? Saatnya, perhatian terhadap pencernaan.Orang hanya dapat mencerna ataupun menyerap nutrisi, yang namanya bahan dalam bentuk organik sebagai lawannya anorganik, itu tidak boleh dicerna dan diserap.
Itu artinya orang bisa menyerap kalsium organik seperti yang ada pada seledri, tapi tidak dapat menyerap kalsium anorganik, memakan kalsium yang berasal dari tanah secara langsung. Kalau itu terjadi artinya makan kalsium langsung dari tanah sama dengan bunuh diri.Tumbuhan seledri itu tentulah hidup dari tanah dan dia menyerap kalsium, darinya kalsium dirubah menjadi kalsium yang organik didalam tubuh seledri itu sendiri. Sedang kita manusia, tubuh nya, memerlukan kalsium, itu didapatkan dari bahan, semacam seledri ini, bukan makan secara langsung, kalsium dari tanah. Disamping juga nutrisi lainnya yang manusia perlukan. Saatnya, perhatian terhadap pencernaan. Tentu saja, seledri harus mendapatkan kalsium yang dari tanah, tapi dia mengubahnya menjadi, " kalsium hidup ", dimana kita bisa menelan dan menyerapnya.
Begitu pula nutrisi yang lainnya yang kita perlukan terhadap makanan kita, dengan proses alami menjadi "zat hidup"

 Saatnya, perhatian terhadap pencernaan zat yang berbahaya

Kita juga perlu ada perhatian terhadap tanaman nutrisi dimana tanah dia tumbuh jangan sampai kekurangan makanan pula, kita perlu menjaga dan memupuknya dengan cara baik.
Kita akan sangat terkejut ketika kaum intelektual menemukan tumbuhan makanan kita keracunan luar biasa, menyeramkan, karena pupuk dari tumbuhan makanan kita dari bahan peptisida, fungisida, herbisida, petrokimia
Akan berakibat terhadap tumbuhan organik yang banyak kita setiap hari. Padahal kita sangat banyak membutuhkan spektrum penuh vitamin, mineral, enzim, probiotik, omegas, glyconutrients, sebagai konsumsi setiap hari, bagaimana kalau sampai keracunan.Sementara orang ada yang berpendapat, satu butir multivitamin, untuk setiap hari, menutup kekurangan. Tiba tiba orang segera mengetahui ada multivitamin yang dibuat yang berasal dari produk produk minyak bumi. Akibatnya orang akan kesulitan buang air kecil, gilirannya akan menyentuh kerusakan pada hati dan ginjal dimana keduanya bekerja mengeluarkan zat yang berbahaya

Adakalanya orang makan nasi yang banyak atau roti tawar dengan daging sapi, ternyata sistim tubuh memilih daging sapi, jadilah nasi dan roti menjadi zat yang bertumpuk dalam tubuh jadilah si orang gendut gemuk tidak karuan. Sel sel lemak akan menumpuk perut jadi kembung, kegemukan pun terus berproses. Saatnya, perhatian terhadap pencernaan. Selamat menjaga pencernaan. Bagi anda yang sudah ada perhatian tentang pencernaannya. Kita semua harus belajar dan berlatih, mana yang layak kita makan dan mana yang tidak baik buat pencernaan kita. Carilah informasi sebanyak mungkin buat kesehatan sendiri. Banyak media, yang bisa menyampaikan hal hal positif terhadap kesehatan.Termasuk urusan suplemen, mana suplemen yang organik, teliti dengan baik sebelum memutuskan untuk dikonsumsi, sebab semua ini berguna untuk mengimbangi kekurangan HGH yang sejak umur duapuluh satu mulai menurun, berdasarkan hasil penyelidikan. Dengan demikian walaupun anda sudah berusia lanjut tapi proses "penyakit" penuaan itu tidak terburu buru menghampiri anda. Anda dimasa tuanya akan sehat dan bertenaga, masih banyak amalan yang bisa kita buat untuk orang banyak, setidaknya akan membantu keluarga karena tidak menjadi beban mereka. Kita akan beribadah dengan senang dan khusyu, bisa menjadi cerminan buat keluarga dan masyarakat. Saatnya, perhatian terhadap pencernaan.Pastikan itu! Semoga barokah.